Wakil Bupati Penolak Tambang Emas Meninggal di Pesawat, Jatam Minta Polisi Usut Penyebabnya

VONMAGZ, Jakarta- Meninggalnya secara mendadak Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong hingga kini masih menjadi sebuah pertanyan bagi masyarakat. Ia meninggal dunia saat terbang di pesawat Lion Air JT-740 set 25E ditemani oleh Harmen Kontu selaku ajudan yang duduk di seat 25F rute Denpasar- Makassar dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan pada Rabu (9/6).

Dok : AP



Atas insiden tersebut, Merah Johansyah Ismail selaku Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang meminta kepolisian mengusit tuntas kematian Helmud Hontong. Ia merasa janggal dengan kematian Helmud yang sebelumnya bersikeras menolak izin tambang emas di wilayahnya. "Bagi kita ini juga misterius sekaligus janggal kematian beliau ini, karena perbincangan dan cerita cerita semuanya menunjukkan dia sehat sehat aja awalnya, kondisi fisik baik, namun tiba tiba meninggal" kata Merah, seperti yang dilansir oleh CNNIndonesia.com. "Makanya ini janggal kematiannya ini karena dia posisinya juga cukup vital dan dia berseberangan dengan bupati dan gubernur sendiri" tambah Merah.

AP


Merah juga mengungkapkan bahwa selain tolak izin tambang emas, Helmud juga mengirim surat ke Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait penolakan izin tersebut. "Saya dengan tegas menolak keberadaan PT Tambang Mas Sangihe beroperasi di Sangihe. Apa pun alasannya. Saya berdiri bersama rakyat, karena rakyat yan memilik saya sampai menjadi Wakil Bupati" kata Helmud Hontong. Menurutnya, penguasaan wilayah tambang emas tersebut akan berdampak pada hilangnya sebagian atau keseluruhan hak atas tanah dan kebun masyarakat, bahkan masyarakay secara terstruktur akan terusir dari tanahnya sendiri. Bahkan juga meninggalkan kerusakan lingkungan yang fatal, dan hanya memberikan keuntungan pada pemegang kontrak karya serta tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

AP


Sebelum dinyatakan meninggal dunia, di dalam pesawat Helmud Hontong tiba tiba terbatuk batuk hingga mengeluarkan darah dari hidung dan mulut. Ia langsung dilaporkan membutuhkan pertolongan medis dan langsung dihampiri oleh pimpinan awak kabin dan kru kabin. Kemudian saat mendarat di bandara Hasanudin Makassar, dokter dan perawat yang naik ke pesawat untuk memeriksa kondisi Helmud hotong yang sudah tidak sadarkan diri dan telah dinyatakan meninggal dunia.

0 comments