Ungkit Perang Irak 2004, Game 'Six Days in Fallujah' Dikritik Keras

VONMAGZ, Jakarta- 'Six Days in Fallujah' mejadi sebuah game yang belum dirilis dan kini tengah menjadi kontroversi. Game yang terlihat mirip dengan 'Call of Duty' yaitu penembak militer dalam pertempuran Fallujah selama berminggu minggu melakukan pengepungan di kota Irak dan korban jiwa terbesar di irak.

Dok : Pinterest


Peter Tamte selaku CEO dari proyek tersebut mencoba untuk menyampaikan kepada media Inside tentang perspektif dan kekuatan penyerang dalam game. "Apa yang kami benar benar ingin orang dapatkan dari pengalaman ini adalah pemahaman tentang kompleksitas aktual dan apa yang harus dibayar oleh manusia dari sebuah pertempuran" kata Tamte dalam wawancaranya kepada Insider.

Dok : Pinterest


Namun banyak kritikan mengatakan bahwa sejarah Perang Irak lagi lagi ditulis dari sudut pandang Amerika. "Pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Amerika dan Inggris di Fallujah pada tahun 2004 adalah salah satu kejahatan perang terburuk yang dilakukan dalam perang ilegal dan tidak bermoral. Membuat game dari sebuah kejahatan perang dan memanfaatkan kematian serta cedera ribuan orang sangat buruk" kata juru bicara koalisi Tansy Honskins kepada TechRadar 2009 saat 'Six Days in Fallujah' diumumkan.

Pinterest


Tamte yang mendapatkan banyak kritikan dari berbagai pihak mengatakan sebaliknya. "Ada asumsi bahwa kami akan menutupi keputusan yang dibuat oleh AS dan Inggris serta para pemimpin Irak pada saat itu. Tapi sebenarnya, saya rasa tidak mungkin bagi kami untuk menempatkan pemain kedalam pertempuran Fallujah kedua tanpa memahami peristiwa yang mengarah ke perang Fallujah kedua" kata Tamte kepada Insider.

0 comments