Ubah Kebijakan, WhatsApp Beri Ultimatum ke Pengguna Untuk Setuju Atau Hapus Aplikasi

VONMAGZ, Jakarta- Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg buka suara mengenai kebijakan privasi baru yang sempat dikritik oleh para pengguna. Zuckeberg mengatakan nantinya ada 4 fokus terkait kebijakan layanan pesan Whatsapp yang diubah. Namun perubahan tersebut ditunda setelah banyak penggunanya bersama sama mulai meninggalkan WhatsApp dan beralih ke Telegram dan Signal. Perubahan tersebut akan ditunda hingga 15 Mei 2021 yang sebelumnya harusnya 8 Februari 2021.

Dok : Vanity Fair


Atas kebijakan baru tersebut, WhatsApp beri ultimatum ke seluruh penggunanya. Para pengguna diminta untuk menyetujui kebijakan baru itu dan jika tidak, pengguna disarankan untuk menghapus aplikasi WhatsApp karena tidak akan dapat digunakan lagi. Sebelumnya publik menduga bahwa WhatsApp akan mengambil data pengguna, namun pihak WhatsApp mengatakan sebaliknya. "Semua terserah anda, apakah ingin berinteraksi dengan bisnis (perusahaan yang menggunakan API WhatsApp) atau tidak" kata Sravanthi selaku direktur komunikasi di WhatsApp.


Manajemen WhatsApp juga mengungkapkan kebingungan dan disinformasi di publik itu menimbulkan keresahan bagi para pengguna. "WhatsApp mendapati banyak penggunanya yang merasa kebingungan karena pembaruan kebijakan privasi. WhatsApp juga mendapati banyak disinformasi yang beredar sehingga menimbulkan keresahan bagi para pengguna. Perlu diingat juga, kebijakan privasi WhatsApp yang baru tidak mempengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun pribadi para pengguna kami. Pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp" tulis manajemen WhatsApp.

0 comments