Trump Beri Ancaman, Zuckerberg Serang Twitter Karena Labeli Cuitan Trump Dengan Tanda Cek Fakta

Updated: May 31, 2020

JAKARTA- Setelah adanya aksi pelabelan cek fakta yang dilakukan oleh Twitter kepada 2 cuitan Trump terkait pemungutan suara bahwa presiden AS secara salah mengklaim surat suara akan menyebabkan pemilihan itu menjadi curang dan penipuan yang meluas, presiden Amerika Serikat ini mengancam akan mengatur dan mengubah regulasi perusahaan media sosial. Akibat dari ancaman tersebut, pendiri dan CEO Facebook Zuckerberg secara tidak langsung memberikan kritik kepada Twitter dan mengatakan perusahaan media sosial seharusnya tidak boleh menjadi hakim dari sebuah kebenaran.

Gambar : Business Insider


"Saya sangat percaya bahwa Facebook tidak seharusnya menjadi penentu kebenaran dari apa yang semua orang katakan secara online, platform media sosial ini tidak boleh dalam posisi melakukan itu. Saya kira kami memiliki kebijakan yang berbeda dari Twitter terkait hal ini" ungkap Zuckerberg.


"Kami percaya bahwa orang orang dapat berdebat tentang proses pemilihan, itulah sebabnya kami telah menyusun kebijakan untuk fokus pada kesalahan representasi yang akan mengganggu pemilihan" tambah Zuckerberg.


Jack Dorsey yang merupakan CEO Twitter langsung menanggapi kritikan pendiri Facebook tersebut dan membantah bahwa Twitter menjadi penentu kebenaran lewat fitur cek fakta. Fitur sebut hanya untuk menghubungkan berbagai pernyataan yang bertentangan dan menunjukkan informasi sehingga setiap orang dapat menilai dan berpendapat sendiri.


"Ini sama sekali tidak membuat kita menjadi penentu kebenaran" tulis Jack Dorsey dalam akun Twitternya.

0 comments
  • Instagram