Topshop Bangkrut, 13.000 Pekerja Cemas Menunggu Keputusan Perusahaan

VONMAGZ, JAKARTA- Kegagalan Sir Philip Green selaku bos dari Topshop untuk berinvestasi di kerajaan retail Arcadia membuat perusahaan mereka bangkrut. Arcadia yang mencakup Topshop, Burton, dan Dorothy Perkins menghadapi kebangkrutan yang membuat 13.000 pekerjanya berisiko.

Getty


Jane Shepherdson selaku Chief Executive mengatakan bahwa ia berharap para pengecer online untuk membeli merek tersebut dan menutup sebagian besar toko. Arcadia kini mencari uang tambahan setelah kehilangan pendapatan di tengah pandemi. Namun Shepherdson yang telah mengelola Topshop dari tahun 2006 mengatakan bahwa masalah kebangkrutan tersebut telah terjadi jauh sebelum pandemi. Ia mengatakan kepada media BBC World bahwa Sir Philip telah mengabaikan sarannya untuk melakukan penjualan digital dan kini kesusahan dengan pertokoan yang besar dan mahal untuk ditutup karena pandemi.

Sir Phillip Green/ Getty


Guy Elliot, wakil presiden senior retail mengatakan tidak kaget dengan kematian Arcadia setelah bertahun tahun kekurangan investasi. "Selama beberapa tahun terakhir, Arcadia dan brand nya gagal dengan demografi yang ditargetkan dengan merk masing masing, dan Toshop telah kehilangan banyak daya tariknya bagi generasi muda. Saya yakin Topshop akan sangat diperebutkan sebagai bagian dari proses administrasi dan mudah mudahan pemilik baru dapat mengubahnya menjadi raksasa ritel seperti dulu, dengan investasi yang tepat dalam produk, digital, dan pemasaran" ujarnya.


Kini hampir 13.000 pekerja Arcadia menanti keputusan perusahaan dengan cemas. Salah satu karyawan mengatakan kepada BBC "Saya benar benar khawatir tentang apa yang akan terjadi pada kami, terutama karena menjelang Natal".

0 comments