Rusia Coba Beri Racun Kedua Kali Kepada Aktivis Anti Korupsi Sebelum Terbang ke Berlin

Updated: Dec 15, 2020

VONMAGZ, JAKARTA- Rusia telah lama mengincar Alexey Navalny selaku aktivis antikorupsi dan kritikus pemerintahan dibawah naungan Presiden Vladimir Putin di Moskow. Seperti yang dilaporkan oleh The Times, agen agen Rusia untuk kedua kalinya mencoba membunuh Navalny dengan memberi racun saraf setelah upaya pertama mereka gagal. Racun tersebut diduga diberikan kepada Navalny sebelum ia terbang ke Berlin untuk perawatan.

Dok : The Skidmore News


Sebelumnya Navalny sempat sakit dalam penerbangannya dari Siberia ke Moskow setelah mengalami keracunan yang kemudian diidentifikasi sebagai racun pelumpuh saraf. Saat itu sang pilot langsung melakukan pendaratan darurat di kota Omsk di Siberia, Navalny saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit, sang perawat memberinya penawar racun atropin dan Navalny berhasil diselamatkan. "Atropin itu menyelematkan hidupnya. Agen saraf menyebabkan kegagalan banyak organ. Paru paru akan menyerah lebih dulu dan anda akan mati. Namun jika digunakan dengan cepat, atropin dapat membalikkan efeknya" kata mantan komandan Resimen Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir, Hamish de Bretton-Gordon.


Wall Street Journal


Saat Navalny kerancunan untuk kedua kalinya di Berlin, para dokter untungnya berhasil menyelamatkan Navalny dan langsung melakukan pemulihan. "Memberi dosis racun kedua, tidak diragukan lagi akan meningkatkan kemungkinan pembunuhan" kata Alastair Hay selaku profesor toksikologi lingkungan di Universitas Leeds. Merespons tuduhan tersebut, Moskow membantah terlibat dalam serangan terhadap Navalny. Namun meskipun begitu, penyelidik Jerman dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia OPCW membenarkan bahwa Navalny memang keracunan yang disengaja.

0 comments
  • Instagram