Rachel Vennya Kabur Karantina Diproses Polisi, Ketua Satgas Covid-19: Jangan Merasa Privilege

VONMAGZ, JAKARTA- Sebuah laporan dari petugas yang menyebut Rachel Vennya kabur saat menjalani karantina kini mulai diusut oleh pihak kepolisian hingga dikritik oleh anggota DPR dan Ketua Satgas Covid-19. Informasi yang didapat Rachel Vennya kabur dari lokasi karantina setelah datang dari Amerika Serikat mendapat bantuan dari pihak TNI.


"Siapapun Anda, yang diduga selebgram dan diduga kabur, serta diduga dibantu petugas, Anda tidak dapat meninggalkan karantina atas alasan apapun. Apalagi Anda datang dari negara berisiko super tinggi. Jangan merasa punya privilege" kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Prof Zubairi Djoerban lewat Twitter.


Foto: Rachel Vennya


Bukan hanya prof Zubairi, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher meminta Rachel Vennya diberi sanksi tegas. "Jika memang terbukti kabur dari masa waktu yang ditentukan oleh protokol kesehatan, maka harus diberi sanksi tegas. Jangana ada pembiaran dan pembedaan sikap kepada siapa pun itu. Apalagi yang melakukan ini seorang public figure yang banyak dijadikan contoh oleh masyarakat. Selain itu, kalau tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan sosial. Jangan sampai rakyat berpikir bahwa pemerintah pilih pilih dalam memberikan sanksi" ujarnya.


Pihak kepolisian mengatakan hingga kini pihaknya lebih dulu menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19. "Itu masih dalam penanganan satgas. Nanti kalau satgas sudah selesai bekerja. Kalau nanti ada pelanggaran pidananya nanti baru kami proses. Ditemukan dugaan tindakan non-prosedural oleh oknum anggota Pengamanan Bandara Soetta (TNI) berinisial atas nama FS, yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri" kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan.

0 comments