PSBB Total, Anies Wajibkan Warga Ibadah, Kerja dan Belajar Dirumah

VONMAGZ, Jakarta- Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB total setelah PSBB transisi dirasa kurang terkendali. Dengan adanya keputusan tersebut, Anies mewajibkan perkantoran untuk kembali bekerja dari rumah masing masing, menutup tempat hiburan, kegiatan dan beribadah dilakukan di rumah. "Mulai senin tanggal 14 September kegiatan perkantoran yang non-esensial harus melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah" ucapnya dalam siarang live Pemprov DKI Jakarta.

Kota Jakarta sendiri kembali menjadi provinsi yang memiliki angka kasus covid 19 tertinggi dan bahkan bertambah. Penambahan angka tersebut mayoritas berasal dari klaster perkantoran yang naik sebesar 14 persen dalam sepekan. Anies juga menyebutkan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting seperti ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang hampir penuh dan kematian yang tidak berkurang. "Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin. Dalam rapat gugus tugas percepatan pengendalian Covid-19 di Jakarta, disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti masa awal pandemi" ujar Anies.


Dari seluruh keputusan PSBB total, maka ada sembilan poin yang ditekankan oleh Anies Baswedan di Jakarta seperti yang dikutip dari pikiranrakyat-depok.com dari RRI :


  1. Wabah Covid 19 di Jakarta kini sudah berada pada kondisi darurat

  2. Pemprov DKI Jakarta memutuskan menarik rem darurat dan kembali ke PSBB ketat

  3. Warga akan kembali berkegiatan dari rumah, baik itu beribadah, bekerja dan belajar dari rumah

  4. Mulai Senin 14 September, seluruh kegiatan perkantoran akan dilakukan dari rumah dan akan ad 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi

  5. 11 bidang non esensial yang izinnya dikeluarkan akan dievaluasi kembali

  6. Seluruh tempat hiburan akan kembali ditutup. Kerumunan dan kegiatan yang mengumpulkan dilarang

  7. Tempat ibadah yang boleh dibuka hanya di level kampung atau komplek dan hanya boleh digunakan oleh warga setempat. Khusus tempat ibadah di zona merah atau wilayah dengan kasus tinggi tidak diperbolehkan buka

  8. Saat ini ambang kapasitas rumah sakit untuk ruang isolasi dan ICU sudah melampaui angka batas aman dan diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal di 17 September 2020 dan setelah itu akan fasilitas kesehatan DKI Jakarta akan kolaps

  9. Selama 6 bulan terakhir Covid 19 di Jakarta didominasi 50 persen kasus OTG dan 35 persen adalah kasus gejala ringan sedang.

0 comments