Pro Kontra Pernyataan Jokowi Tentang Babi Panggang, Mendag Meminta Maaf

VONMAGZ, Jakarta- Pidato Presiden Jokowi menjadi viral setelah menyebut bipang ambawang (babi panggang) makanan khas Kalimatan Barat saat situasi lebaran. Dalam potongan video, Presiden Joko Widodo awalnya menyampaikan kepada masyarakat untuk membeli kuliner khas daerahnya masing masing jika rindu kampung halaman akibat adanya larangan kegiatan mudik. "Untuk bapak, ibu, dan saudara saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Yogja, bandeng semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan, dan lain lainnya, tinggal pesan" kata Jokowi pada Jumat (7/5). Merespons hal tersebut, netizen menilai bahwa Bipang tidak tidak apabila diidentikkan dengan kuliner lebaran.

Dok : Sekretariat Kabinet


Muhammad Lutfi selaku Menteri Perdagangan meminta maaf atas pernyataan Presiden Joko Widodo atas pernyataan tersebut. "Berkaitan dengan pernyataan tentang Bipang Ambawang, yang pertama kita harus melihat dalam konteks keseluruhan pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal" kata Lutfi lewat YouTube Kementrian Perdagangan pada Sabtu (8/5). Ia menegaskan bahwa pernyataan Jokowi itu diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang beragam dan tidak ada maksud menyimpang.

Dok : Getty


"Kami dari Kementrian Perdagangan selaku penanggungjawab acara itu sekali lagi memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan bapak Presiden. Kami mohon maaf sebesar besarnya bila terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga terhadap produksi dalam negeri termasuk kuliner khas daerah. Mari kita bangga dan promosikan kuliner nusantara yang beragam jadi bisa menggerakkan ekonomi termasuk UMKM" tambah Lutfi.

0 comments