Presiden Lecehkan Islam, Saham Prancis Anjlok Drastis Hingga Minta Bantuan

Updated: Nov 3, 2020

VONMAGZ, Jakarta- Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyudutkan islam dengan menayangkan kembali kartun Nabi Muhammad atas dasar kebebasan berekspresi telah melukai hati seluruh warga muslim di dunia. Bukan hanya itu, Macron juga mengatakan bahwa islam adalah negara yang kritis dan penuh peraturan yang rumit. Atas kejadian tersebut, banyak negara negara mayoritas muslim yang memboikot produk Prancis. Karena anjloknya saham yang drastis dalam kurun 4 hari, duta besar Prancis meminta bantuan kepada Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib untuk dapat membantu keterpurukan Prancis atas pemboikotan produk Prancis yang tidak berhenti.

BBC


"Kami tidak akan menerima negosiasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam, dan untuk Marcon harus segera meminta maaf" respon Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib. Pemboikotan produk Prancis telah terjadi di beberapa negara besar seperti Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, dan Arab Saudi. Bahkan Presiden Tayyip Erdogan Turki langsung menyuruh warga negaranya untuk memboikot produk Prancis setelah Macron mengumumkan rencana untuk mereformasi Islam agar sesuai dengan nilai nilai republik Prancis. "Saya memohon kepada warga saya. Jangan pernah menggunakan produk Prancis" kata Erdogan dalam acara ibukota di Turki.


Macron dan kepolisian Prancis saat ini tengah melakukan penutupan masjid di pinggir kota Paris dan menggebrek kelompok kelompok yang dituduh berkontribusi pada radikalisasi muda.

0 comments