Petisi Tembus 46 Ribu, Segmen 'Spill Your Guts' James Corden Dinilai Mengejek Budaya Makanan Asia

VONMAGZ, JAKARTA- Setelah berminggu minggu diserang atas segmen acaranya 'Spill Your Guts' dengan petisi lebih dari 46.000 tanda tangan lewat Change.org, James Corder menanggapi bahwa para penonton dapat mengharapkan perubahan diacara miliknya 'The Late Late Show'. Serangan tersebut terjadi karena dinilai acara James Corden melakukan tindakan rasisme yang mengejek dan memberi kesan jijik pada makanan tradisional Asia seperti kaki ayam, telur abad, ikad cod, darah babi, balut, dan jenis makanan Asia lainnya. Kim Kardhasian, Harry Styles, Kendall Jenner, Gordon Ramsay, Chrissy Teigen, Justin Bieber dan selebriti lainnya ikut memberikan kesan jijik pada makanan tersebut.

Getty


"Makanan yang disajikan dimaksudkan untuk menjadi hal yang 'kotor' karena mereka seharusnya mendorong para guest star untuk menjawa pertanyaannya. Namun, banyak makanan yang dia sajikan untuk tamunya sebenarnya dari budaya Asia yang berbeda" tulis Kim Saira, pengguna TikTok Filipina dan Cina-Amerika yang membuat petisi. Corden mengatakan bahwa perubahan yang akan dilakukan bukan sepenuhnya menghapus segmen 'Spill Your Guts', melainkan memperbarui makanan yang digunakan. "Kami tidak akan melibatkan atau menggunakan makanan itu. Pertunjukan kami adalah pertunjukan tentang kegembiraan dan cahaya dan cinta, kami tidak ingin membuat pertunjukan untuk mengecewakan siapapun" kata Corden.

Getty


Kim Saira mengatakan tujuan menciptakan petisi tersebut adalah untuk menjelaskan fakta bahwa penggambaran media ini dapat menyebabkan kerugian dunia bagi orang Amerika keturunan Asia yang telah menghadapi rasisme kebencian hingga kekerasan yang meningkat tahun ini. Ia menambahkan bahwa ia menginginkan permintaan maaf secara Live. "Dalam petisi saya, saya secara khusus meminta James Corden untuk secara terbuka meminta maaf di acaranya. Dan alasan mengapa saya benar benar spesifik tentang itu adalah karena saya pikir ratusan ribu pemirsanya harus memahami bahaya mengejek makanan ini, yang berakar pada budaya Asia, terhadap orang Asia yang masih memakannya" kata Kim Saira.

0 comments