Perusahaan Ticketmaster Didenda 139 Miliar Karena Meretas Platform Pesaing Secara Ilegal

VONMAGZ, JAKARTA- Ticketmaster yang merupakan perusahaan tiket konser dan olahraga mengaku secara ilegal telah meretas platform penjualan tiket CrowdSurge, pesaingnya. Peretasan dilakukan oleh mantan karyawan CrowdSurge yang dipekerjakan oleh TicketMaster dan kemudian menggunakan pengetahuannya tentang informasi dan kata sandi CwordSurge untuk menghentikan perusahaan, menurut laporan media The Verge. Kini Ticketmaster harus membayar denda sebesar $10 juta USD atau setara dengan 139 miliar rupiah dan mengembangkan kebijakan untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Bukan hanya itu, Ticketmaster juga harus membuat laporan tahunan tentang perilaku internal selama 3 tahun kedepan.

TicketMaster


Informasi tentang peretasan pertama kali munculo pada tahun 2017, ketika CrowdSurge menggugat Ticketmaster dengan antitrust. Dokumen pengadilan menunjukkan mantan karyawan CrowdSurge Stephen Mead bergabung dengan perusahaan pada tahun 2013, lalu eksekutif Ticketmaster Zeeshan Zaidi dan pihak lainnya mendorong Mead untuk berbagi rahasia dan analitik di CrowdSurge. Informasi yang diberikan oleh Mead sangat luas hingga akhirnya Mead dapat memimpin operasi CrowdSurge dengan meretas backend perusahaan pada konferensi Live Nation 2014. Mead juga memberi informasi tentang artis mana saja yang menggunakan platform CrowdSurge yang memungkinkan Ticketmaster untuk menyusun spreadsheet tentang artis mana saja yang dapat diburu.


Juru bicara Ticketmaster mengatakan kepada The Verge bahwa perusahaan langsung memecat Zaidi dan Mead setelah kejadian tersebut. "Tindakan mereka melanggar kebijakan perusahaan kami dan tidak sejalan dengan nilai nilai kami. Kami senang masalah ini sekarang diselesaikan" kata juru bicara tersebut.

0 comments