Penyumbang Rp2 Triliun Palsu Jadi Tersangka dan Terancam 10 Tahun Penjara

VONMAGZ, JAKARTA- Pihak penyidik Polda Sumatera Selatan melaporkan bahwa saldo di rekening giro milik anak Akidi Tio, Heriyanti tidak mencukupi untuk mentransfer sebesar Rp2 triliun seperti yang ia janjikan sebagai donasi penanggulanan Covid-19. "Kita mendapatkan klarifikasi dari pihak bank, bahwa saldo yang ada di rekening tersebut saldonya tidak cukup. Jadi di rekening giro tersebut tidak cukup saldonya" kata Supriadi selaku Kepala Bidang Humas Polda Sumsel di Palembang.

Dok: Kompas


PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) juga ikut menelusuri kabar tentang sumbangan Rp2 triliun tersebut dan hasilnya ternyata tidak ada uang pada bilyet giro tersebut. "Sampai dengan kemarin sore, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada. PPATK sangat menaruh perhatian karena profile penyumpang yang tidak sesuai dengan jumlah yang akan disumbangkan, dan keterlibatan pejabat publik yang akan menerima" kata kepala PPATK, Dian Ediana Rae, pada Rabu (4/8).

Dok: Kompas


Kini Heriyanto menjadi tersangka atas kasus penipuan sumbangan donasi uang senilai Rp2 triliun. Direktur Intel Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ratno Kuncoro mengatakan Heriyanti dikenakan pasal 15 UU 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait penyebaran berita bohong. Perbuatan yang dilakukan Heriyanti yang dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat dapat terancam penjara selama 10 tahun. "Motifnya belum bisa saya sampaikan, tetapi sanksinya cukup berat yakni 10 tahun penjara. Dokter keluarga masih dilakukan pemeriksaan" kata Ratno saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Selatan.

0 comments