Penyair Penentang Junta Militer Myanmar Meninggal Disiksa di Penjara dan Organ Tubuh Hilang

VONMAGZ, Jakarta- Khet Thi seorang penyair Myanmar yang menentang junta militer dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (9/5) di tahanan dengan beberapa organ tubuhnya hilang saat dikembalikan ke keluarga. Sebelumnya karya karya milik Khet Thi kerap menyatakan perlawanan terhadap junta militer. Ia dan istrinya kemudian dibawa militer Myanmar untuk diinterogasi pada Sabtu (8/3) sore di pusat kota Shwebo, Sagaing. "Saya diinterogasi, begitu pula dia. Mereka bilang dia ada di pusat interogasi. Tapi dia tidak kembali, hanya tubuhnya" kata istrinya, Chaw Su kepada BBC.

Dok : Trendsmap

Dok : The Hankyoreh


Dalam tulisannya di akun Facebook miliknya, ia menulis : "Mereka menembak di kepala, tetapi mereka tidak tahu revolusi ada di hati". Chaw Su menceritakan bahwa militer memiliki rencana untuk menguburkan Khet Thi, namun ia memohon kepada mereka untuk mengambil jenazah suaminya. "Dia meninggal di rumah sakit setelah disiksa di pusat interogasi" kata kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik.


"Saya tidak ingin menjadi pahlawan, saya tidak ingin menjadi martit, saya tidak ingin menjadi orang lemah, saya tidak ingin menjadi orang bodoh. Saya tidak ingin mendukung ketidakadilan. Jika saya hanya punya waktu satu menit untuk hidup, saya ingin hati nurani saya bersih untuk saat itu" tulis salah satu karya Khet Thi dua minggu setelah kudeta dilakukan.

0 comments