Pelecehan Seksual Pertama Terjadi Saat Uji Coba Metaverse

VONMAGZ, JAKARTA- Seorang perempuan mengaku jadi korban pelecehan seksual secara virtual saat uji coba platform VR metaverse dari Meta. Pelecehan tersebut terjadi pada 26 November dan Meta baru mengungkapkannya pada 1 Desember.


Korban mengklaim ada sejumlah kelompok yang justru mendukung perbuatan pelecehan itu sehingga memuatnya merasa terisolasi. "Bukan hanya saya yang diraba raba tadi malam, tapi ada orang lain disana yang mendukung perilaku ini, yang membuat saya merasa terisolasi di sebuah Plaza" kata korban.


Setelah menerima laporan dari korban, Meta menjelaskan bahwa mereka telah menyediakan fitur Safe Zone agar para pengguna merasa aman dengan cara memblokir interaksi dengan pengguna lainnya. "Ini adalah feedback yang bagus bagi kami, karena saya ingin membuat (fitur blockir) menjadi mudah dan dapat ditemukan" kata Wakil Presiden Horizon, Vivek Sharma.


Menanggapi hal tersebut, pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi ikut menanggapi pelecehan seksual yang terjadi di Metaverse yang dirasakan oleh penguji coba di Amerika Serikat. Ismail menjelaskan hal itu tidak dapat dihindari, Metaverse justru akan membuat pelecehan seksual bisa dilakukan dengan lebih realistis. "VR itu lebih immerse, lebih realistis. Artinya dia malah bisa melakukan hal yang sebelumnya dilakukan dengan lebih realistis" kata Ismail.

0 comments