Pasutri yang Dipukul Satpol PP Terbukti Bohong Soal Hamil, Dilaporkan Balik ke Polisi

VONMAGZ, JAKARTA- Pasangan suami istri korban pemukulan oleh Satpol PP Gowa, Nur Halim dan Amriana kini dilaporkan balik ke polisi atas tuduhan menyebarkan berita bohong soal kehamilan. Ivan sebelumnya memang sempat mengaku istrinya sedang hamil 9 bulan dan mengalami kontraksi akibat dipukul oleh Satpol PP Gowa bernama Mardani Hamdan yang kini telah dipecat dari jabatannya.

Dok: Tribun


Seorang pelapor bernama Muhammad Zulfikli dari ormas Brigade Muslim Indonesia melaporkan atas dugaan penyebaran berita bohong tentang kehaliman tersebut. Klaim tersebut juga dikoreksi suami korban yang mengatakan bahwa istrinya memang tidak dalam keadaan mengandung. "Kami laporkan kedua orang itu di Mapolres Gowa. Alat bukti yang kami bawa salah satunya rekaman video live Facebook si Ivan (Nur Halim) yang menyatakan istrinya itu tidak hamil. Saya tidak kenal dengan Pak Satpol PP. Saya juga tak kenal dengan pemilik kafe. Ini murni untuk keadilan hukum" kata Zulkifli kepada CNN Indonesia.

Dok: Tribun


Saat pemeriksaan, Amriana juga menolak kehamilannya dibuktikan secara media, ia menegaskan kehamilannya hanya bisa dibuktikan melalui pemeriksaan tukang urut. "Jadi saya kalau ke dokter memang tidak bisa, tidak dapat, bisa buka semua FB saya, tiap bulan, perut saya bagaimana, sebentar agak kempes, sebentar besar, sebentar kempis" kata Amriana.

0 comments