Pakar AS Sebut Indonesia Butuh Bantuan Negara Lain Untuk Atasi Lonjakan Covid-19

VONMAGZ, JAKARTA- Kasus di Covid di indonesia telah melonjak di Indonesia. Dalam beberapa minggu terakhir, lebih dari 2 juta kasus dilaporkan pada hari Sabtu (3/2) dan tingkat pengisian ruangan di rumah sakit melonjak hingga lebih dari 75 persen di ibukota Jakarta. Indonesia telah berjuang dengan jenis virus baru, termasuk varian Delta yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di India.


Seorang pakar penyakit menular dari University of Maryland Upper Chesapeake Health, Amerika Serikat ikut menyoroti naiknya kasus Covid yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memerlukan bantuan dunia untuk melawan ledakan tersebut. "Ini bukan Brazil atau India atau Italia. Ini Indonesia. Sebuah negara berpenduduk 270 juta orang yang diam diam terkena 'amukan' Covid-19. Sistem kesehatan kolaps. Butuh intervensi global yang mendesak untuk melawan bencana yang berlangsung" tulisnya lewat akun Twitter miliknya pada Senin (5/7).

Reuters


Dicky Budiman selaku Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia juga ikut menanggapi tweet tersebut. Menurutnya, pandemi memang harus dilakukan kerjasama antar negara agar dapat teratasi dengan baik. "Pandemi itu dalam mengatasi wabah, apapun wabahnya bukan hanya Covid-19, memang tidak ada yang bisa mengatasi sendiri, perlu kolaborasi antar negara baik itu bilateral. Namanya kolaborasi global itu penting banget, membantu kita keluar dari situasi kritis. Jadi situasi negara membutuhkan bantuan internasional, bukan berarti negara itu lemah. Dan kalau konteks Indonesia saat ini kita harus menyadari harus terbuka dalam bantuan internasional. Terutama katakanlah bantuannya vaksin, stok vaksin, atau oksigen yang tahu pemerintah ini berapa banyak nih oksigen" ujarnya.


Seperti yang diketahui sebelumnya, hampir 1.000 petugas kesehatan Indonesia dilaporkan meninggal sejak kasus Covid melonjak dengan 401 dokter termasuk 14 yang telah melakukan vaksinasi.


0 comments