Otoritas Pajak Dilaporkan Mulai Gencar Memburu Youtubers dan Marketplace Tahun Ini

VONMAGZ, JAKARTA- Otoritas pajak kini semakin liar untuk memburu pajak dari pekerja Youtuber dan pelaku transaksi teknologi finansial, hal tersebut bertujuan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia yang terpuruk akibat pandemi covid-19. Di sisi lain, marketplace juga dapat menjadi sasaran pajak dengan potensi senilai Rp3,63 triliun untuk PPN dan Rp0,91 triliun untuk Pajak Penghasilan (PPh), berdasarkan data Faktur Pajak atas komisi yang diterma oleh platform marketplace dalam masa pajak Januari-Desember 2019.


Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Bawono Kristiaji mengakui bahwa ekosistem digital telah lama menjadi perhatian pemerintah. "Jadi kalau kita bicara tentang ekosistem digital, ini kan sebenarnya sesuatu yang memang sudah menjadi perhatian selama beberapa tahun terakhir oleh pemerintah. Menurut saya kalau kita melihat data dari berbagai macam ini kan potensinya besar, karena kita tahu bahwa penetrasi internet masyarakat Indonesia yang semakin meningkat dan juga bagaimana Indonesia sebagai negara pasar. Di mana user atas pengguna platform digital itu juga banyak sekali" kata Prabowo.


Seperti yang diketahui, pertumubuhan alokasi pelaku usaha untuk biaya promosi sepanjang 2020 berdasarkan data Hootsuite yang diolah Dirjen Pajak naik signifikan. Pengeluaran untuk iklan di media sosial tumbuh sebesar 14,4 persen dan iklan melalui in-stream video tumbuh 8,6 persen. Dengan kelebihan ini, korporasi media online luar negeri dapat beroperasi dan mendapatkan traffic dari Indonesia tanpa perlu kehadiran secara fisik.

0 comments