Opini Pemilik Resto Bali Kitchen dan Dua Coffee Milik Diaspora Indonesia yang Dijarah di New York

JAKARTA -Sudah hari ke 8 para pengunjuk rasa meminta keadilan atas kematian George Floyd tdan kini telah menyebar luas lebih dari 50 kota. Beberapa pengunjuk rasa menjarah dan merusak toko, butik dan juga beberapa restoran termasuk bisnis milik diaspora Indonesia yaitu restoran Bali Kitchen di New York dan kedai Dua Coffe di Washington DC.

Gambar : id berita


Awalnya para penjarah tersebut merusak kaca restoran Bali Kitchen itu lalu mengambil barang barang dan uang di kasir. Pemilik restoran Bali Kitchen, Jazz Pasay mengakui mengalami kerugian sekitar 14,5 juta.


"Ini udah kedua kali restoran kita dirusak massa, kita udah ganti dengan kaca baru tapi dirusak lagi. Terus polisi bilang sementara ganti saja dulu dengan papan,Kita sebagai manusia harus tetap berpikir positif. Apapun yang terjadi, silakan jatuh tapi bukan berarti jatuh dan terus menangis. Lebih baik kita jatuh dan bangun lagi" ungkap Jazz Pasay.


Begitupun terjadi dengan restoran Dua Coffee yang berlokasi di Washington DC yang dimana jendela depan kedai tersebut telah pecah akibat dari kerusuhan. Dengan kejadian pecahnya kaca depan tersebut, Vivit Kavi yang merupakan co-owner dari kedai tersebut bersyukur penjarah tidak sampai mengambil barang barang yang ada di dalam.

Gambar : liputan6


"We quickly went to our store after we discovered our storefront glass has been shattered from the chaos that took place last night.Your pouring love, distant hugs, prayers, kind gestures and support is what keeps us strong. From the bottom of our hearts, thankyou" ungkap Vivit.


Saat ini pihak Dua Coffee sedang memperbaiki kondisi kedai tersebut dan akan menutup sementara kedai hingga situasi terkendali.

0 comments