Nike dan H&M Hadapi Boikot di China Setelah Kritik Dugaan Sistem Kerja Paksa Muslim Uighur

VONMAGZ, Jakarta- H&M dan Nike dilaporkan tengah menghadapi boikot di China karena ikut mengkritik atas dugaan kerja paksa para muslim Uighur di Xinjiang, China. H&M dan Nike pada beberapa bulan yang lalu mengatakan bahwa mereka prihatin dengan tuduhan kerja paksa telah digunakan untuk memproduksi kapas di Xinjiang. "Kami prihatin dengan laporan soal kerja paksa terkair dengan daerah otonomi Xinjiang Uighur" tulis pernyataan Nike.

Dok : ChinaFile


Topik tentang kritikan Nike menjadi salah satu trending pada media sosial populer China, Weibo. Pernyataan kritikan tersebut membuat Cina marah besar, bahkan aktor Cina seperti Yibo dan Tan Songyun memutuskan kontraknya sebagai perwakilan Nike. Produk H&M juga telah ditarik dari toko toko e-commerce besar di China seperti Alibaba dan JD.com. Sebelumnya komunitas hak asasi manusia telah berulang kali menuduh Beijing telah menahan Uighur dan kelompok minoritas muslim lainnya disebuah kamp untuk melakukan sistem kerja paksa, yang mereka klaim sebagai bagian dari teknologi global dan rantai pasokan ritel, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dok : bprchina


Kini H&M dan Nike diserang oleh ribuan komentar netizen Cina seperti "pakaian H&M adalah kain compang camping", "Menyebarkan desas desus untuk memboikot kapas Xinjiang, saat mencoba mencari untung di China? Mimpi!' tulis salah dari beberapa netizen di Weibo.

0 comments
  • Instagram