NIK Jokowi Bocor Lewat Situs Resmi KPU, Puan Akan Resmikan UU Perlindungan Data Pribadi

VONMAGZ, Jakarta- Puan Maharani selaku Ketua DPR RI merepons kebocoran data Presiden Jokowi dengan solusi akan menyelesaikan Undang-Undang Perlindungan Pribadi. Hingga saat ini, aturan tentang UU perlindungan data pribadi masih berbentuk rancangan karena DPR dan pemerintah masih memiliki perbedaan pendapat. Nantinya dengan sahnya RUU PDP, maka pelaku yang melakukan aksi pembobolan data pejabat maupun masyarakat dapat diberikan sanksi dan hukuman yang setimpal.


"Kalau data pribadi Presiden saja bisa bocor, apalagi warga biasa. Kita sama sama tahu bahwa banyak NIK warga yang bocor dan akhirnya terjebak oleh pinjaman online ilegal. Segala kebocoran data pribadi yang menyusahkan warga ini harus segera kita 'tambal' dengan UU Perlindungan Data Pribadi. Pengawasan tidak cukup dibawah pemerintah, karena pemerintah juga berperan sebagai pengelola data pribadi. Perlu lembaga independen untuk menghindari potensi konflik kepentingan tersebut" kata Puan.


Foto: Tempo


Sebelumnya data NIK milik Jokowi diduga bocor lewat situs resmi Komisi Pemilihan Umum pada bagia bagian form calon Presiden RI Pemilu 2019. Ada pihak tertentu yang menggunakan NIK Jokowi untuk membocorkan sertifikat vaksinasi pertama, kedua, dan ketiga milik Jokowi. Sertifikat vaksinasi itu memuat nama Jokowi, NIK, tanggal lahir Jokowi dan barcode, bahkan nomor ajudan Jokowi juga ikut tersebar luas.


Fadil Iman selaku Kapolda Metro Jaya mengatakan bahwa pelaku memanfaatkan situasi pandemi saat ini, dimana sertifikat vaksinasi menjadi syarat utama dalam melakukan perjalanan ke tempat tempat tertentu. "Pelaku yang ditangkap memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksinasi yang dapat dipergunakan untuk melakukan perjalanan atau kunjungan ke tempat yang wajibkan gunakan platform PeduliLindungi" kata Fadil.

0 comments