Militer Myanmar Tangkap dan Tahan Paksa Pemimpin Suu Kyi, Ming Aung Hlain Ambil Alih Kekuasaan

VONMAGZ, Jakarta- Kelompok junta militer Myanmar telah berhasil menangkap paksa pemimpin tertinggi Myanmar dan aktivis demokrasi Aung San Suu Kyi yang dituduh telah melakukan kecurangan pemili pada bulan November lalu. Ming Aung Hlaing selaku pimpinan tertinggi militer yang melakukan kudeta tersebut menjadi sorotan publik dan warga Myanmar. Tak jarang warga mulai menuaikan kritikan dan protes keras atas tindakan paksa tersebut. Warga bahkan menyebutnya diktaktor. Ia juga mendapatkan kecaman dan sanksi internasional atas perannya dalam serangan militer yang ia lakukan.

Images : Reuters


Peristiwa tersebut diawali setelah militer dan pemerintah sipil Myanmar berselisih selama beberapa bulan terkait hasil pemilu pada 8 November tahun lalu. Militer Myanmar merasa pemilu yang dimenangkan oleh Suu Kyi dan partainya telah melakukan kecurangan dengan setidaknya 8 juta pemilih palsu yang terdaftar.

Images : Royal Coast review


Ming Aung Hlaing kini sepertinya mulai mengambil alih dan memperluas kekuasaannya dibawah kepemimpinannya. Dampak dari insiden tersebut banyak layanan publik seperti pasar dan bank tutup. Persediaan bahan pokok mulai habis dan seluruh layanan transportasi seperti penerbangan dihentikan dan stasiun televisi berhenti beroperasi. Seperti yang dilasir oleh Reuters, pemerintah melaporkan militer telah memecat 25 menteri dan wakil menteri dibawah kabinet Suu Kyi dengan menunjukan nama nama baru untuk mengisi 11 kursi menteri. Militer juga mengutip pasal 417 dari konstitusi 2008 yang disusun sendiri oleh pihak militer sebagai justifikasi untuk mengambil alih kekuasaaan dengan sebutan 'darurat nasional', 'ancaman terhadap pemerintahan Myanmar' yaitu situasi yang dimana militer ciptakan sendiri dengan menahan presiden terpilih. Dengan ini, pemerintahan Myanmar kembali jatuh ke tangan militer setelah kejatuhannya pada tahun 2011.

0 comments