Merespons Dugaan Data SIM Bocor, Menkominfo Wajibkan Warga Jaga NIK dan Tidak Saling Menyalahkan

Updated: Sep 5

VONMAGZ, JAKARTA- Merespons adanya dugaan kebocoran data registrasi SIM Card sebanyak 1,3 miliar data, Johnny G.Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika mengingatkan agar masyarakat menjaga data privasi masing-masing termasuk NIK (Nomor Induk Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga).

Photo Courtesy of Tribun


"Harus ada tanggung jawabnya. Jaga NIK kita sendiri. Tidak boleh hanya salah-salahkan, tapi harus dicari penyebabnya di mana" kata Johnny G.Plate dilansir Tempo di The Westin Resort, Nusa Dua, hari ini (3 September). Johnny juga menyarankan cara melindungi data-data pribadi adalah dengan tidak sembarangan memberikan NIK atau KK kepada orang lain, sehingga kontrol untuk menjaga data adalah dari masing-masing warga sendiri.


Sebelumnya dugaan kebocoran data pribadi tersebut tersebar di media sosial dan diklaim sudah diperjualbelikan di salah satu situs. Data itu merupakan hasil registrasi ulang SIM Card yang diunggah oleh akun bernama Bjorka di forum breached.to. Bjorka di situsnya mengklaim bahwa mereka memiliki 1.304.401.300 data registrasi kartu SIM yang berisi data NIK, nomor telepon, serta operator seluler yang digunakan oleh masyarakat.

0 comments