Meksiko Tuduh Zara Melakukan Perampasan Pola dan Desain Untuk Dijual

VONMAGZ, Jakarta- Meksiko menuduh brand fashion Zara, Anthropologie dan Patowl telah melakukan perampasan budaya dengan menggunakan pola dan desain mereka untuk dijual. Kementrian Kebudayaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengirim surat yang ditandatangani oleh menteri kebudayaan, Alejandra Frausto kepada tiga perusahaan meminta masing masing untuk memberikan penjelasan publik atas dasar apa mereka mengambil properti kolektif tersebut.

Dok : The Guardian


Zara dituduh menggunakan pola khas komunitas Mixteca asli San Juan Colorado. Kementrian Kebudayaan mengklaim desain itu mencerminkan simbol leluhur yang terkait dengan lingkungan, sejarah, dan pandangan dunia masyarakat serfta mirip dengan gaun huipil tradisional yang membutuhkan waktu setidaknya satu bulan bagi pengrajin lokal untuk membuatnya. Item tersebut tidak lagi dijual di situs Zara. Mereka juga menunjukkan beberapa item pakaian dari tiga merek yang dibuat oleh pengrajin asli dari wilayah Oaxaca.


Dok : Getty


Dalam pernyataannya kepada CNN, perusahaan induk Zara, Inditex mengatakan bahwa mereka memiliki penghormatan tertinggi untuk Kementrian dan komunitas di Meksiko serta menambahkan bahwa desain yang dimaksud sama sekali tidak diambil dengan sengaja atau terinspirasi oleh seni dari orang orang Mixtec di Meksiko.


Bukan pertama kalinya Meksiko menuduh brand besar telah melakukan perampasan, desainer Prancis Isabel Marant meminta maaf setelah Kementrian Kebudayaan Meksiko mengklaim labelnya telah menggunakan pola yang dibuat oleh komunitas Purepecha. Marant memberikan permintaan maaf dan akan membayar upeti kepada sumber inspirasi yang dimaksud.




0 comments