McDonald's Bantah Kolaborasi Travis Scott dan J Balvin Untuk Tutupi Tuntutan Diskriminasi Rasial

VONMAGZ, Jakarta- McDonald's bantah laporan mengenai kolaborinya bersama Travis Scott dan J Balvin yang dirasa untuk menutupi tuntutan hukum diskriminasi rasial yang diajukan awal tahun 2020 lalu. Tuduhan tersebut mengatakan adanya gugatan yang diajukan oleh Vicki Guster-Hines dan Domineca Neal, dua mantan wakil presiden senior berkulit hitam yang mengklaim bahwa McDonald's melakukan pembersihan para petinggi berkulit hitam secara kejam serta menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat dan kasar. Lebih lanjut jumlah karyawan kulit hitam di posisi yang lebih senior turun dari 42 pada 2014 menjadi hanya 7 pada tahun 2019. Guster-Hines juga mengatakan bahwa ia diturunkan dari posisi eksekutif pada 2018 karena ras mereka.


Lalu ada juga gugatan yang diajukan oleh 50 pemilik waralaba kulit hitam yang menempatkan mereka selama beberapa dekade "diskriminasi rasial yang sistematis dan terselubung". McDonald's diduga memaksa mereka untuk membuka restoran di lokasi dengan penghasilan rendah dan tingkat kejahatan yang tinggi.

Getty Images


Atas banyaknya gugatan yang diajukan, pihak McDonald's berikan pernyataan. "Setiap laporan bahwa kolaborasi McDonald's dengan Travis Scott diluncurkan sebagai tanggapan litigasi baru baru ini sepenuhnya salah. Kami bekerja sama dengan Travis dan J Balvin karena kecintaan mereka pada McDonald's, mereka memiliki daya tarik yang besar, dan pengikut setia mereka merupakan pelanggan kami. Berkenaan dengan tuduhan ini muncul di hadapan kami semua, maka kami akan perjuangkan sebagai organisasi dan sebagai mitra bagi komunitas dan pemilik usaha kecil di seluruh dunia. Kami tidak hanya secara tegas menyangkal tuduhan tersebut, tetapi kami yakin bahwa fakta akan menunjukkan seberapa besar komitmen kami terhadap keragaman dan kesempatan yang sama dari McDonald's" tulis pernyataan McDonald's

0 comments
  • Instagram