Matthew Lega Dapat Kembali Pulang Setelah Dipaksa Ancam Donald Trump Dalam Video ISIS

VONMAGZ, JAKARTA- Seorang anak laki laki bernama Matthew mengaku merasa lega dapat kembali ke asalnya di Amerika Serikat setelah ia dipaksa untuk mengancam mantan Presiden Donald Trump pada sebuah video yang dibuat oleh kelompok ISIS. Di video tersebut, Matthew masih berusia 10 tahun dan diperintahkan untuk mengatakan kepada mantan presiden AS untuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran.

Di masa kecil, Matthew telah dibawa ibu dan ayah tirinya ke Suriah. Kini ia telah berusia 13 tahun setelah dibawa pulang oleh militer AS di tahun 2018. "Semuanya sudah terjadi dan sudah selesai. Semuanya sudah berlalu sekarang. Saya masih sangat muda saat itu sehingga saya tidak benar benar mengerti semua yang terjadi" kata Matthew pada sesi interview kepada BBC. Matthew yang kini telah tinggal bersama ayah kandungnya masih menjalani terapi konseling untuk menyembuhkan rasa traumanya. Ayah tirinya, Moussa Elhassani meninggal dunia dalam serangan pesawat di tahun 2017. Sedangkan ibunya, Samantha Sally telah divonis atas pendanaan terorisme dan dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun.


0 comments
  • Instagram