Mark Zuckerberg Perpanjang Pemblokiran Akun Donald Trump Selama 2 Minggu

VONMAGZ, Jakarta- Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang pemblokiran akun Instagram milik Donald Trump selama 2 minggu di terakhir masa jabatannya atas postingan pesan yang mendorong para pendukungnya untuk menyerbu gedung Capitol di tengah pengesahan Presiden Joe biden sebagai presiden AS berikutnya. "Peristiwa mengejutkan dalam 24 jam terakhir dengan jelas menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bermaksud menggunakan sisa waktunya di kantor untuk merusak transisi kekuasaan yang damai dan sah kepada penggantinya yang telah terpilih, Joe Biden" tulis Mark Zuckerberg dalam postingannya di Facebook. "Kami yakin resiko membiarkan sang Presiden terus menggunakan layanan kami selama periode ini terlalu bahaya" tambahnya.

Images : Evening Standard


Pada hari Rabu (6/01), pendukung Trump didesak oleh presiden untuk menyerbu gedung Capitol AS dan membuat anggota kongres di dalam gedung untuk mencari perlindungan selama beberapa jam. Trump juga mendorong para perusuh untuk menyatakan klaim palsu tentang bagaimana pemilu yang telah dicuri darinya. Kini perusahaan media sosial raksasa teknologi mulai menghapus beberapa pesan termasuk video Donald Trump kepada pendukungnya karena telah melanggar persyaratan layanan mereka. Twitter dan Facebook melanjutkan penghapusan postingan dengan larangan sementara untuk menerbitkan postingan baru pada akun Trump agar tidak berinteraksi dengan para pendukungnya.

Twitter


"Selama beberapa tahuh terakhir, kami telah mengizinkan Presiden Trump untuk menggunakan platform kami sesuai dengan aturan kami sendiri, terkadang menghapus konten atau memberi label pada postingannya ketika itu melanggar kebijakan kami. Kami melakukan ini karena kami percaya bahwa publik memiliki hak atas akses seluas mungkin ke pidato politik, bahkan pidato kontoversial. Tetapi konteks saat ini secara fundamental berbeda, melibatkan penggunaan platform kami untuk menghasut pemberontakan dengan kekerasan terhadap pemerintah yang dipilih secara demoktratis" tulis Zuckerberg.

0 comments