Mantan Militer Israel Ceritakan Pemerintah Minta Imbalan Teknologi Canggih Untuk Rahasiakan Alien

VONMAGZ, JAKARTA- Seorang mantan kepala program luar angkasa militer Israel bernama Haim Eshed membuat klaim dengan mengatakan pasukan alien yang mengunjungi bumi. Ia juga mengatakan alien tersebut meminta negara negara besar seperti Amerika Serikat dan Israel untuk merahasiakannya dari publik. Haim Eshed sebelumnya ialah seorang profesor yang telah menerima tiga penghargaan keamanan Israel.


Dok : Dailyrecord


Meskipun ia berani mengungkapkan berita tersebut kepada media Israel Yediot Aharonot, ia belum menunjukkan bukti apapun bahwa Amerika Serikat dan Israel memang pernah melakukan pembicaraan eksklusif dengan alien. "Tak semua pemerintah tahu soal ini. Sekelompok pejabat dari Amerika, Rusia, Jepang, Inggris, dan Cina bekerja sama untuk merahasiakan ini. Mereka meminta untuk tidak diungkap keberadaannya. Saya yakin saya akan dibawa ke rumah sakit jika membeberkan hal ini pada lima tahun lalu. Tapi sekarang orang orang sering membicarakan tentang alien. Tak ada ruginya saya mengungkapkan ini sekarang" kata Eshed kepada Yediot Aharonot.


Dibawah ini merupakan klaim dan pernyataan yang diungkapkan oleh Eshed selama wawancara:

  1. Uni Soviet berencana menyerang balik AS dengan senjata nuklir setelah invasi Teluk Babi di Kuba, tetapi alien langsung mencegat aksi mereka. Menurut Eshed, alien melacak semua aktivitas nuklir manusia dan akan turun tangan supaya perang nuklir tidak meletus di bumi.

  2. Alien memiliki markas bawah tanah di Mars. Pangkalan tersebut menampung alien dan astronot manusia yang berkunjung ke Mars.

  3. Pemerintah sepakat untuk merahasiakan keberadaan dengan imbalan teknologi canggih.

Bukan hanya Eshed yang berani mengungkapkan tentang keberadaan alien, sebelumnya Instansi pemerintah Amerika Serikat merilis serangkaian video penampakan UFO. Eshed merujuk mantan Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid yang mendukung misi pencarian UAP (fenomena udara tak teridentifikasi) dan telah menghabiskan jutaan dolar dari pajak untuk mendanai projek tersebut. "Beberapa staf saya menyarankan saya untuk tidak ikut campur. Namun saya tidak mau diam saja. Seharusnya pemerintah ikut terlibat didalamnya" tambah Eshed.

0 comments
  • Instagram