Korban Meninggal Dunia Tembus 500 Korban Jiwa di Hari Angkatan Bersenjata Myanmar

VONMAGZ, Jakarta- Demo anti kudeta oleh militer Myanmar terus berlangsung. Dari hari ke hari sepertinya militer tidak lagi membatasi siapa saja yang mereka bunuh dan dalam situasi apa mereka terlibat. Dilaporkan kini korban meninggal dunia diatas tangan militer telah mencapai 500 orang termasuk anak anak. Salah satunya mahasiswa berusia 20 tahun bernama Thae Maung Maung yang ditembak dan dubunuh oleh militer pada 27 Maret 2021 saat perayaan Hari Angkatan Bersenjata berlangsung.

Dok : Reuters, ABC


Para saksi mata mengatakan militer menyerang warga secara membabi buta di jalanan bahkan dibunuh di rumah mereka sendiri. Kakak bocah berusia 7 tahun bernama Khin Myo Chitt mengatakan kepada BBC bahwa adiknya dibunuh oleh polisi ketika berlari ke arah ayahnya dalam penggeberekan di rumahnya di Mandalay. "Mereka mendobrak pintu untuk membukanya, ketika pintu terbuka, mereka menanyakan kepadanya apakah ada orang lain di rumah. Kemudian mereka menembak dan memukulnya" kata kakak korban bernama May Thu Sumaya (25).


Ironisnya, Hari Angkatan Bersenjata dulunya dirayakan oleh militer untuk memperingati upaya mereka dalam melindungi dan melayani rakyatnya. "Saat kami menyanyikan lagu revolusi untuknya, pasukan keamanan datang dan menembaki kami. Orang orang termasuk kami lari saat mereka mulai melepaskan tembakan" kata salah seorang petugas layanan pemakaman. Kini orang orang menyebut korban meninggal dunia dengan sebutan 'Bintang Jatuh' atas ketidakbersalahan mereka atas apa yang dilakukan oleh junta militer Myanmar.

0 comments