Kerusuhan dan Penjarahan Terjadi di Afrika Selatan, Pemerintah Aktifkan Status Darurat Nasional

VONMAGZ, JAKARTA- Afrika Selatan dilaporkan sedang dalam situasi yang menegangkan. Kerusuhan dan penjarahan terjadi di berbagai titik lokasi yang akhirnya menewaskan 72 orang. Aksi tersebut terjadi setelah mantan Presiden Jacob Zuma menyerahkan diri dan terancam hukuman 15 bulan penjara karena menentang perintah pengadilan konstitusi untuk memberikan bukti pada penyelidikan yang menyelidiki korupsi tingkat tinggi selama sembilan tahun menjabat. Kini pemerintah memastikan kerusuhan dan penjarahan tidak melebar hingga harus mengaktifkan status darurat nasional.

Al Jazeera


"Ketidakbahagiaan dan masalah yang dihadapi tidak bisa menjustifikasi keputusan untuk menjarah, bersikap vandal, ataupun melanggar hukum sesuka hati" kata Bheki Cele selaku Kepolisian Afrika Selatan, Selasa (13/7).


Seperti yang dilansir Reuters, banyak militer kini turun ke jalan untuk membantu polisi. Gedung gedung di pinggir jalan di provinsi Zuma muncul asap. Toko toko dirampok dengan banyak barang berserakan di pinggir jalan dan usaha pembobolan ATM. Beberapa klinik vaksinasi Covid-19 juga ditutup akibat kerusuhan tersebut. Hingga kini, dilaporkan ada 1.234 orang ditangkap sejak demonstrasi terjadi termasuk wanita, anak anak, dan orang tua akibat menjarah barang dari toko toko di mal Mayfair Square. Pencuri juga membobol stasiun radio Alex FM dan menjarah senilai $350 ribu atau sekitar 5 miliar rupiah.

Al Jazeera


Situasi kini menunjukkan dari beberapa rekaman media dimana polisi menembakkan peluru karet kearah penjarah agar membubarkan diri. Ada beberapa mayat ditemukan di jalanan dengan luka tembah.



0 comments