top of page

Keluarga Benedict Cumberbatch Dilaporkan Melakukan Perbudakan 250 Orang di Pulau Perkebunan Pribadi

VONMAGZ, JAKARTA- Aktor pemenang Oscar Benedict Cumberbatch saat ini berada di bawah kaca pembesar oleh pemerintah Barbados setelah dilaporkan merupakan turunan pemilik perkebunan dengan perbudakan sebanyak 250 orang yang merupakan kakeknya sendiri, dilansir The Daily Beast.

Photo Courtesy of Getty


Laporan juga menyebut bahwa ibu Benedict Cumberbatch bahkan sempat menyarankan untuk tidak menggunakan nama asli keteka bekerja sebagai aktor dengan alasan yang tidak diketahui. Cumberbatch juga mengklaim mengambil peran aktor sebagai pemilik perkebunan dalam film 12 Years a Slave untuk menebus masa lalu keluarganya. Dan seluruh keluarga Benedict kemungkinan akan berada dibawah pemeriksaan pemerintah Barbados dalam beberapa bulan mendatang.


Seperti yang diketahui sebelumnya, kakek buyut ketujuh Cumberbatch membeli pulau Cleland dengan perkebunan di sisi utara pulau pada tahun 1728 dan memegang kepemilikan tersebut hingga perbudakan dihapuskan di Barbados pada tahun 1834. Perkebunan Cleland menjadi rumah bagi 250 orang yang diperbudak dan menjadi sumber kekayaan secara kecil bagi keluarga Cumberbatch.


Sementara bulan lalu pemerintah Barbados mengumumkan rencananya untuk mengejar reparasi dari anggota konservatif Parlemen Inggris Richard Drax, yang mewarisi perkebunan terbesar di pulau itu, Drax Hall. Perkebunan yang berfokus pada gula tersebut merupakan perkebunan yang masih dimiliki oleh keluarga pemilik aslinya. Dan pemerintah meminta Drax untuk menyerahkan tanah tersebut kembali dan jika menolak, maka Barbados akan meminta kompensasi dari pengadilan arbitrase internasional. "Setiap keturunan pemilik kulit putih yang mendapat keuntungan dari perdagangan budak harus diminta untuk membayar ganti rugi, termasuk keluarga Cumberbatch. Uang itu harus digunakan untuk mengubah klinik lokal menjadi rumah sakit, mendukung sekolah lokal, dan memperbaiki infrastruktur dan perumahan" kata sekretaris jenderal gerakan perdamaian dan integrasi Karibia, David Denny kepada Daily Beast.

0 comments
bottom of page