Kasus Pelecehan Pegawai KPI Dibiarkan Hingga 9 Tahun, Polisi Baru Gerak Setelah Viral

VONMAGZ, JAKARTA- Surat terbuka korban pembullyan dan pelecehan seksual yang terjadi di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya diproses hukum setelah sembilan tahun lamanya korban melaporkan kasus tersebut. Pembiaran tindakan perundungan itu diduga merupakan pelanggaran HAM oleh lembaga negara.

Foto: INews


Sejauh ini, polisi sudah melakukan penyelidikan terhadap korban yang menulis surat terbuka berinisial MS serta para pelaku perundungan berinisial FP, RM, RE, CL, dan EO. Sebelumnya MS pada tahun 2017 sempat mendatangi Komnas HAM untuk melaporkan aksi pelecehan yang terjadi pada dirinya, namun menurut Komnas HAM saat itu peristiwa tersebut sudah masuk dalam bentuk pidana sehingga harus ditangani oleh pihak kepolisian. Lalu pada tahun 2019, korban mendatangi Polsek Gambir untuk membuar laporan namun tidak mendapat respons dan malah memintanya untuk menyelesaikan secara internal. Akhirnya sang korban melaporkan kasus itu ke atasannya yang berakhir hanya keputusan pemindahan ruangan. Pemindahan ruangan itupun tak luput sang korban masih mendapatkan perlakuan pelecehan dan perundungan.


Korban yang akhirnya tidak mendapatkan perhatian setelah susah payah membuat laporan, ia menulis surat terbuka kepada Jokowi dan menjadi viral media sosial. Banyak pihak yang akhirnya memberikan kecaman atas ketidak adilan dimana korban sudah memutuskan resign dari pekerjaannya karena tidak kuat atas situasinya, sedangkan pelaku terduga perundungan sama sekali tidak diproses hukum dan masih bekerja di KPI. Setelah viral, kasus tersebut baru mendapatkan penanganan polisi di Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (1/9).


Kini Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan akan menyelidiki dugaan pembiaran pelanggaran ha asasi manusia yang terjadi di KPI selama bertahun tahun tersebut. Komnas HAM juga masih mengumpulkan semua keterangan korban MS dan menyelidiki kembali KPI dan kepolisian yang sempat membiarkan kasus itu sejak 2012.

0 comments