Kamboja Menuntut Editorial Vice Atas Editan 'Senyuman' Pada Korban Pembantaian Genosida

VONMAGZ, Jakarta- Kamboja menuntut sebuah artikel dari 'VICE' yang menampilkan foto foto korban pembantaian Khmer Rouge yan diberi warna biru dan terlihat telah diedit dengan ditambah senyuman pada beberapa foto. VICE yang menerbitkan wawancara pada haru Jumat dengan artis Matt Loughrey yang mengatakan proyek mewarnai gambar dari penjara Tuol Sleng, atau S-21 bertujuan untuk memanusiakan 14.000 warga Kamboja yang dieksekusi dan disiksa disana. Namun sebaliknya, artikel tersebut justru mendapatkan banyak reaksi dan kritikan keras di media sosial setelah perbandingan gambar asli yang menunjukkan bahwa beberapa foto telah diedit sehingga orang orang didalamnya terlihat tersenyum.

Dok : Reuters


"Artikel itu termasuk foto foto korban Khmer Rouge yang dimanipulasi Loughrey hingga tidak dapat diwarnai. Ceritanya tidak memenuhi standar editorial VICE dan telah dihapus. Kami menyesali kesalahan tersebut dan akan menyelidiki bagaimana kegagalan proses editorial ini terjadi" seperti yang dilansir oleh independent.co.uk .


Kementrian Kebudayaan Kamboja saat itu juga langsung mengeluarkan pernyataan pada Minggu (11/4) yang meminta Loughrey dan VICE untuk menghapus gambar editan tersebut dan menambahkan mereka akan mempertimbangkan tindakan hukum untuk menghapus foto yang diedit. "Kami mendesak para peneliti, seniman, dan publik untuk tidak memanipulasi sumber sejarah apapun untuk menghormati para korban. Bermain main dengan menggunakan teknologi untuk mengedit korban S21 atau Auschwitz Kamboja tidak bisa diterima dan harus dihentikan" ucapnya.

0 comments