Jokowi Legalkan Produksi dan Investasi Miras

VONMAGZ, Jakarta- Presiden RI Joko Widodo telah menanda tangani dan mengesahkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) yang dapat dijual secara terbuka di Indonesia terhitung sejak tahun ini. Pengesahan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Untuk diketahui industri minuman keras ini diketahui sebelumnya masuk dalam kategori bidang usaha yang tertutup.


Dalam perpres nomor 10 tahun 2021 tersebut ditetapkan bidang usaha idustri miras mengandung alkohol, alkohol anggur, dan malt terbuka untuk penanaman modal baru di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi papua, Provinsi Sulawesi Utara dengan melihat budaya serta kearifan setempat.

Dok : Getty


Namun meskipun begitu, rencana pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi tengah menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak, salah satunya Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas yang menilai keputusan tersebut tidak peduli dengan kepentingan dan kesehatan masyarakat. "Ini jelas jelas tampak lebih mengedepankan pertimbangan dan kepentingan pengusaha daripada kepentingan rakyat. Bukannya pembangunan dan dunia usaha itu yang harus dilihat sebagai medium untuk menciptakan sebesar besar kebaikan dan kemashlahatan serta kesejahteraan bagi rakyat dan masyarakat luas" kata Anwar.


Merujuk pasal 6 Perpres 10 tahun 2021 industri minuman keras dapat diusahakan oleh investor asing, domestik, hingga koperasi dan UMKM. Namun khusus untuk investasi asing, hanya dapat melakukan kegiatan usahanya dalam skala usaha besar dengan nilai investasi lebih dari 10 miliar rupiah diluar tanah dan bangunan.

0 comments