Istana Versailles Prancis Prioritaskan TikTok dan Gen-Z Sebagai Alat Promosi

Updated: Dec 6, 2020

VONMAGZ, JAKARTA- Istana Versailles Prancis kini menciptakan revolusi lain untuk memanfaatkan TikTok sebagai alat marketingnya. Bekas rumah besar raja raja Prancis tersebut adalah salah satu dari banyak tempat terhormat dengan cara menjangkau pengguna platform media sosial oleh generasi Z. Sebagian dari pengguna TikTok dapat menggunakannya untuk berbagi gerakan tarian TikTok, challenge, hingga lelucon.



Sebelumnya Florence's Uffizi, Amsterdam's Rijksmuseum dan Museum of Senses di Bucharesr telah mengambil langkah pertama untuk mengubah galeri menjadi lantai dansa dan menawarkan tarian hip hop, berbagai macam animasi, dan lelucon yang tidak sopan yang terinspirasi oleh mahakarta Bosch, Botticelli, dan Rembradt.


Namun yang menjadi resiko adalah kampanye tersebut akan menurunkan citra kerajaan. Hingga saat ini, revolusi tersebut telah menarik lebih dari 450 ribu pengguna TikTok. Hal itu membuktikan bahwa TikTok memiliki potensi marketing yang jauh lebih baik. Hal tersebut menjadian institusi Prancis besar pertama yang menggunakan TikTok. "Ini semua tentang tidak memiliki rencana media, jika kita tidak intuitif dan spontan, ini tidak akan berhasil. Saya bahkan tidak punya jadwal untuk sebulan ke depan" kata Versailles selaku manajer komunitas Versailles. Garrier juga mengungkapkan rencana museum akan diatur untuk mengeksplorasi dari fashion hingga gosip tentang sejarah kemegahan istana.

0 comments