Israel Sahkan UU yang Izinkan Identitas Warga yang Belum Divaksin Untuk Dibagikan ke Pemerintah

VONMAGZ, Jakarta- Israel telah mengesahkan UU yang mengizinkan nama dan nomor telepon siapa saja yang belum melakukan vaksinasi Covid-19. Data tersebut akan langsung dibagikan oleh pemerintah dengan pihak berwenang lain. Keputusan tersebut disahkan dengan 30 suara pendukung dan 13 menentang. Tindakan ini berlaku selama 3 bulan atau bahkan hingga pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir.


Israel sendiri merupakan negara pertama yang memberikan dua suntikan yang direkomendasikan dari vaksin Pfizer/BioNTech kepada sembilan juta orang penduduknya. Mereka membatasi layanan tertentu termasuk akses ke gym dan restoran indoor hanya diizinkan untuk warga yang telah divaksinasi.

Dok : Financial Times


Di sisi lain, Perdana Menteri sayap kanan Benjamin Netayahu dituduh oleh pemimpin partai buruh Merac Michaeli menyangkal hak warga atas privasi informasi medis warga. Namun pernyataan dari parlemen mengatakan bahwa informasi atau identitas pribadi tidak akan digunakan apapun selain mendorong orang untuk divaksinasi. Perdana menteri juga menyesalkan berita hoaks tentang vaksin tersebut, ia ingin Israel menyuntik 6,2 juta orang sepenuhnya sebelum awal April.

0 comments
  • Instagram