Industri Aborsi Bekerja Sama Dengan The Satanic Temple Untuk Melawan Pembatasan Aborsi Negara

VONMAGZ, JAKARTA- Industri aborasi raksasa 'Planned Parenthood' kini bekerja sama dengan The Satanic Temple untuk melawan pembatasan aborsi negara. Pada April 2019 lalu, The Satanic Temple tersebut mengumumkan bahwa IRS telah mengenalnya sebagai sebuah gereja dengan status bebas pajak. "Sebagai agama yang diakui secara federal, The Satanic Temple menggunakan RFRA untuk melindungi anggotanya dari peraturan aborsi yang tidak perlu yang menghambat praktik keagamaan dan memaksa mereka untuk melanggar keyakinan yang mereka pegang teguh" kata TST pada situs resminya.

Image : The Conversations


Dalam kampanyenya untuk melemahkan undang undang pro kehidupan, The Satanic Temple kini menerapkan aborsi dengan istilah 'Agama', sama seperti Planned Parenthood dan industri aborasi yang memberi istilah kehidupan yang belum lahir sebagai 'perawatan kesehatan'. "Kebebasan beragama memastikan para pemuja setan memiliki akses ke aborsi yang aman dan bebas dari campur tangan negara yang tidak beralasan" klaim TST di situsnya. TST menggambarkan bagaimana seorang wanita melakukan ritual aborsi saat dia melakukan aborsi : Sebelum menerima anestesi atau obat penawar sakit, para wanita tersebut akan diingatkan tentang kepribadian dan tanggung jawab pada diri sendiri. Fokus pada niat dan tarik nafas sedalam dalamnya. Jika sudah siap, para wanita diwajibkan untuk mengucapkan 'Prinsip Ketiga' dan 'Prinsip Kelima' dengan lantang. Hingga akhirnya mereka dapat langsung melakukan opperasi.


Menurut beberapa siaran pers, salah satu billboard iklan TST mengatakan bahwa 'Komplikasi kehamilan adalah penyebab kematian paling umum keenam di antara wanita berusia 20 hingga 34 tahun. Aborsi menyelamatkan nyawa!".

0 comments
  • Instagram