Ilmuwan Nuklir Iran Keempat Dibunuh, Pejabat Ungkap Penggunaan Senjata yang Dikendalikan Satelit

Updated: Dec 10, 2020

VONMAGZ, JAKARTA- Senjata yang berhasil membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran pada bulan lalu berasal dari negara anggota NATO, kata seorang pejabat Iran. Mohsen Rezaei selaku sekretaris jenderal Dewan seorang penasihat untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa hubungan dengan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara dibuat dalam sebuah laporan yang disampaikan oleh staf angkatan bersenjata Iran.

Getty


Berita Tasnim Iran yang membeberkan informasi tersebut belum memberikan bukti yang cukup untuk mendukung pernyataannya tersebut. Iran sejauh ini menyalahkan Israel atas serangan terhadap ilmuwan nuklir dengan media TV yang dikelola pemerintah yang sebelumnya melaporkan bahwa mereka telah menemukan senjata Israel. Israel sendiri bukan anggota NATO namun merupan sekutu dan juga mitra utama Iran sekaligus. Mohsen Fakhrizadeh menjadi sasaran serangan bom dan senjata di dekat Teheren pada 27 November lalu menjadi ilmuwan nuklir kelima yang terbunuh di tanah Iran sejak 2010. Iran mengatakan para Ilmuwan tersebut dibunuh menggunakan senjata yang dikendalikan oleh satelit.


Dok : New York Times


Senapan yang dikendalikan satelit dipercaya digunakan untuk membunuh ilmuwan nuklir terpercaya. Mohsen Fakhrizadeh yang tewas di dalam mobil sedang mengemudi di jalan raya di bagian timur ibukota ketika senjata itu meluncur kearahnya menggunakan AI (kecerdasan buatan), seperti yang disampaikan oleh Komodor Ali Fadavi selaku wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

0 comments