H&M Cuci Gudang Sebelum Tinggalkan Rusia


Photo Courtesy of Shutterstock


VONMAGZ, JAKARTA - Ritel pakaian terbesar kedua di dunia, H&M, akhirnya mengumumkan rencana penutupan bisnisnya di Rusia. Mereka mengatakan tidak mungkin untuk melanjutkan bisnisnya di Rusia karena perang Ukraina. Keputusan itu muncul setelah perusahaan Swedia menangguhkan semua penjualannya di Rusia pada bulan Maret, tak lama setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada akhir Februari. H&M diketahui memiliki lebih dari 150 toko dan sekitar 6.000 staf di Rusia.


"Setelah mempertimbangkan dengan cermat, kami melihatnya tidak mungkin mengingat situasi saat ini untuk melanjutkan bisnis kami di Rusia," kata kepala eksekutif H&M, Helena Helmersson.


"Kami sangat sedih tentang dampak ini pada rekan-rekan kami dan sangat berterima kasih atas semua kerja keras dan dedikasi mereka. Selanjutnya, kami ingin berterima kasih kepada pelanggan kami atas dukungan mereka selama ini."

0 comments