Garuda Indonesia Dilaporkan Bangkrut, Tunda Gaji Hingga 330 Miliar dan Percepat Pensiun

VONMAGZ, Jakarta- PT Garuda Indonesia Tbk dilaporkan melakukan penundaan pembayaran gaji karyawan sebesar 23 juta dolar AS atau senilai sekitar 330 miliar rupiah hingga 31 Desember 2020 lalu. Hal tersebut merupakan imbas dari situasi pandemi Covid-19 seperti yang dikatakan oleh perseoran. "Estimasi dari jumlah tunjangan gaji yang saat ini ditunda/belum dibayarkan per 31 Desember adalah sebesar 23 juta dolar AS" tulis manajemen Garuda Indonesia, seperti yang dilansir oleh keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, pada Rabu (9/6).


Dok : IDN Times


Secara rinci, masing masing besaran tertunda hingga 50 persen untuk direksi dan komisaris. Lalu tertunda 30 persen untuk president, captain, first office, dan flight service manager. Kemudian 25 persen tertunda untuk flight attendant, expert dan manager, 15 persen untuk staff termasuk analyst, officer, dan setaranya. Selain penundaan pembayaran gaji, Garuda Indonesia bahkan terpaksa percepat penyelesaian kontrak untuk pegawai dengan status kontrak/PKWT. Perseoran juga melakukan program pensiun yang dipercepat dengan kriteria pendaftar 45 tahun keatas.


Manajemen garuda memutuskan untuk memangkas jumlah armada pesawat yang dioperasikan yang sesuai dengan kondisi pasar dan permintaan layanan penerbangan. Total jumlah pesawat Garuda yang mencapai 142 pesawat, yang dioperasikan hanya 53 unit. "Armada yang dioperasikan selama masa pandemi berkurang sehingga yang saat ini dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan ada pada kisaran 54 pesawat" sebut manajemen Garuda Indonesia.

0 comments