Facebook Memiliki Laporan Peningkatan Metrik 'Tren Kekerasan dan Hasutan'

Updated: Nov 14, 2020

VONMAGZ, Jakarta- Saat dilakukan penghitungan suara untuk menentukan Presiden Amerika Serikat selanjutnya, data internal Facebook menunjukkan bahwa perusahaan mereka memiliki peningkatan yang signifikan dalan 'tren kekerasan dan hasutan'. Dalam sebuah postingan pesan internal Facebook, seorang karyawan memberi tahu tentang adanya peningkatan hampir 50% dalam metrik yang menilai potensi bahaya berdasarkan dari tagar dan kolom pencarian.

Dok : Getty Images


Dalam metrik kemungkinan 'tren kekerasan dan hasutan' tersebut mengacu pada alat penelurusan 'Jelajahi' di Facebook. Meskipun Facebook memiliki kebijakan tentang kekerasan dan penghasutan untuk menunjukkan sejauh mana perusahaan secara aktif mengukur aktivitas di platformnya yang menumbuhkan keresahan pengguna, platform media sosial tersebut dikritik secara besar besarkan karena dinilai telah menghasut genosida di Myanmar yang mendorong kerusuhan politik di Filipina. Dorongan tersebut juga mendukung organisasi ekstremisme domestik di tempat tempat seperti Kenosha, Winconsin.t dan meningkat pesat. Peningkatan yang cepat tersebut menunjukkan bahwa metrik internal perusahaan menemukan bahwa postingan Facebook berkontribusi pada situasi yang tidak stabil tentang perhitungan surat suara pemilihan presiden AS. Karyawan Facebook menyoroti sejumlah tagar slogan Trump seperti #DrainTheSwap, #KeepAmericaGreat, hingga ucapan "qanon-esque" seperti #WatchTheWater. Qanon adalah khayalan kolektif yang didorong oleh semakin banyak pendukung Presiden dan politisi bahwa kelompok rahasia dari agen negara bagian yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak anak. Kelompok tersebut dibentuk oleh agen agen Republik dan anggotanya menggunakannya untuk menyebarkan perselisihan tentang proses penghitungan suara, mengorganisisr protes, dan juga membuat ancaman.

Dok : Facebook


"Kami berbicara tentang struktur Facebook yang lebih luas yang mendorong komunitas ini untuk mengatur dan mendorong kekerasan offline. Saya sama sekali tidak yakin mereka mengtaasinya. Hal itu adalah struktur yang mereka andalkan untuk membuat orang tetap terlibat dan menghasilkan uang akhir akhir ini" ucap salah satu karyawan Facebook bernama Jackowinz.

0 comments
  • Instagram