Facebook Keluarkan Teguran Resmi Terkait Dokumenter 'The Social Dilemma'

Updated: Oct 6, 2020

VONMAGZ, Jakarta- Pada tanggal 3 Oktober 2020, Facebook mengeluarkan teguran resmi kepada film dokumenter Netflix 'The Social Dilemma' yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum dimana platform media sosial sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kecanduan dan kesehatan mental pengguna. Tidak hanya itu, Netflix bahkan mengundang mantan karyawan dari Google, YouTube, Instagram, dan Facebook untuk mengungkapkan bagaimana cara algoritme mereka bekerja untuk menjadikan para pengguna sebuah 'produk' untuk menghasilkan uang dari iklan. Film dokumenter tersebut menunjukkan bagaimana media sosial telah mempengaruhi pemilihan umum, kekerasan etnis dan bunuh diri.

Dok : Study Breaks Magz


Pihak Facebook kemungkinan khawatir tentang efek dokumenter tersebut kepada para penggunanya. 'The Social Dilemma' saat ini masih tercantum dalam list trending dan menjadi acara terpopuler. Dalam sebuah postingan yang diterbitkan pada situsnya, Facebook membahas dengan detail beberapa masalah yang telah ditunjukkan dalam film tersebut, yaitu topik kecanduan, pengguna menjadi 'produk', algoritme yang membuat orang kembali menonton, privasi data, polarisasi, pemilihan umum, dan informasi palsu. "Alih alih menawarkan pandangan yang berbeda pada teknologi, itu memberikan pandangan yang menyimpang tentang bagaimana platform media sosial bekerja untuk menciptakan masalah masyarakat yang sulit dan kompleks" tulis Facebook. Facebook juga berpendapat bahwa tim produknya tidak membuat fitur untuk meningkatkan jumlah waktu bagi para penggunanya. Dikatakan bahwa mereka membuat perubahan pada tahun 2018 lalu dengan mengurangi penggunaan hingga 50 juta jam sehari.

Dok : The Tab


Namun di satu sisi Facebook juga mengaku telah melakukan kesalahan pada tahun 2016 yang telah ikut campur dalam pemilihan umum Rusia melalui media sosial pada tahun 2016. "Kami telah mengakui bahwa kami melakukan kesalahan pada tahun 2016" tulis postingan Facebook. "Gagasan bahwa kami mengizinkan informasi yang salah di platform kami, atau bahwa kami mendapat keuntungan dari konten ini adalah salah besar" kata Facebook membantah tentang tuduhan 'The Social Dilemma' yang menyatakan bahwa mereka menyebarkan berita palsu dan ujaran kebencian. Facebook mengatakan memiliki lebih dari 70 mitra yang bertugas sebagai pemeriksa fakta dan telah menghapus 22 juta ujaran kebencian.



  • Instagram