Dokumen 'Pandora Papers' Pengungkapan Aset Tersembunyi dan Penghindaran Pajak Elit Dunia

VONMAGZ, JAKARTA- Sedang ramai diperbincangkan sebuah pengungkapan yang akan dirilis akhir tahun ini 'Pandora Papers'. Pandora Papers sendiri merupakan dokumen yang berisikan 12 juta dokumen untuk mengungkapkan aset tersembunyi, kasus pencucian uang, hingga penghindaran pajak oleh elite (orang terkaya dan berkuasa) di dunia. "Kami melihat triliunan dolar, mereka termasuk lebih dari 330 politisi dan130 miliader Forbes, selebriti, penipu, pengedar narkoba, anggota keluarga kerajaan, dan pemimpin kelompok agama di seluruh dunia" kata Direktur ICIJ Gerald Ryle, Senin (4 Oktober 2021).



Lebih dari 650 jurnalis dari 117 negara telah meneliti dan menelusuri dokumen dari Pandora Papers selama berbulan bulan. Dalam dokumen tersabut mencakup 6,4 juta dokumen, 3 juta gambar, 1 juta email (lebih), dan 500 ribu spreadsheet. Data tersebut diperoleh oleh International Consortium of Investigate Journalists (ICIJ) di Washington DC yang telah bekerja sama dengan hampir 140 organisasi media untuk penyelidikan global.



Ada beberapa miliader yang masuk dalam dokumen investigasi tersebut diantara lain: Ratu Elizabeth II, Presiden Rusia Vladimir Putih, Taja Yordania, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, Shakira (artis dan penyanyi Kolombia), wanita simpanan Putin, Elton John, Drummer the Beatles Ringo Star, Pangeran Harry dan Meghan Markle, Presiden Kenya Uhur Kenyatta, Perdana Menteri Inggris Tori Blair, dan masih banyak lainnya.



Namun yang mengejutkan, dikutip dari Kompas.com ada dua politisi Indonesia yang diduga masuk dalam daftar Pandora Papers yaitu Luhut Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman RI dan Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Perekonomian RI.


Luhut Pandjaitan disebut sempat menjabat di salah satu perusahaan cangkang (Shell company) yang terdaftar di Republik Panama, Amerika. Juru Bicara Luhut, Jodi membenarkan bahwa Luhut pernah menjabat sebagai Direktur Uatama pada Petrocapital SA pada tahun 2007-2010. "Perusahaan ini didirikan pada tahun 2006 oleh Edgrado E dia dan Fernando A Gil. Petrocapital memiliki modal disetor senilai 5.000.000 dollar AS, yang salah satu bidang usahanya adalah minyak dan gas bumi" kata Jodi kepada Kompas.com. Namun karena selama menjabat ada beberapa kendala terkait dengan budaya, lokasi geografis, dan kepastian investasi, Luhut memutuskan untuk mengundurkan diri. "Sehingga Bapak Luhut B Pandjaitan memutuskan untuk mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis beliau yang ada di Indonesia" tambah Jodi.


Lalu untuk Airlangga Hartarto tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islandsm, yurisdiksi bebas pajak di Karibia bersama adiknya Gautama Hartarto. Airlangga juga punya 2 perusahaan bernama Buckley Development Corpotaion dan Smart Property Holdings Limited, seperti yang dilansir Tempo.com. Airlangga mengklaim tidak mengetahui pendirian Buckley Development dan Smart Property, ia juga membantah tentang niatan mencairkan asuransi melalui 2 perusahaan itu.

0 comments