Dokumen Bocor, 60 Persen Produk Nestle Terkonfirmasi Tidak Sehat

VONMAGZ, Jakarta- Saleh Partaonan Daulay selaku Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN mengatakan BPOM harus bertanggung jawab atas hasil 60 persen dari produk makanan dan minuman Nestle yang dinyatakan tidak sehat. Saleh menambahkan BPOM dinilai lalai karena meloloskan produk produk Nestle yang tidak layak untuk diedarkan.


Hal tersebut terungkap setelah penilaian dari Otoritas Kesehatan Australia mengungkapkan 60 persen produk Nestle terkonfirmasi tidak sehat dan hanya 37 persen yang mampu dinyatakan sehat. Direktur Nestle, Mark Schneider juga mengakui bahwa saat ini para konsumen lebih memperhatikan tingkat kesehatan produk yang mereka konsumsi. "Beberapa kategori dan produk kami tidak akan pernah sehat bagaimanapun caranya banyak yang kami renovasi. Misalnya, kami sudah mengurangi kadar gula dan natrium secara signifikan dalam 2 dekade terakhir" kata Scneider seperti yang dilansir oleh Financial Times.


Akibat hal tersebut, Saleh mengaku menyayangkan kinerja BPOM yang tidak mendeteksi lebih awal atas permasalahan sejumlah produk Nestle. "Harusnya mereka bekerja lalu mestinya temuan dari kita, bukan karena dapat (dokumen) bocor. Selama ini Badan POM tidak kerja dong? Mereka tidak bisa mendeteksi yang tidak sehat itu sampai setiap produk yang datang dari Eropa dianggap sudah sehat" kata Saleh.


Indikasi tidak sehatnya pproduk Nestle sebenarnya sudah terungkap sejak 2015. Di india, produk susu, mie instan, dan produk lainnya dari Nestle telah diboikot setelah terbukti memiliki kadar timbal yang tinggi.

0 comments