Diserang Supporter Donald Trump, Seluruh Karyawan Twitter Kunci Akun

VONMAGZ, Jakarta- Seluruh karyawan Twitter dilaporkan kini telah mengunci akun/ private account dan juga menghapus biografi mereka perihal kekhawatiran menjadi target serangan oleh pendukung Donald Trump. Beberapa pejabat tinggi Twitter juga telah mendapatkan pengamanan pribadi setelah memutuskan untuk memblokir akun milik Donald Trump setelah kerusuhan yang terjadi di gedung Capitol.

Images : PR Week


Sebelumnya seorang kepala integrasi Twitter bernama Yoel Roth diserang habis habisan oleh pendukung dan penasihat utama Donald Trump karena dianggap bertanggung jawab atas pemberian pelabelan pada cuitan/status yang ditulis di akun resmi Donald Trump. Twitter pun bergerak untuk menbela Roth dan menyatakan bahwa Roth bukan satu satunya anggota yang memutuskan untuk memberikan label cuitan Trump yang tidak berdasar. "Tidak ada individu di Twitter yang bertanggung jawab atas kebijakan kami atau tindakan penegakan. Sangat disayangkan melihat seorang pegawai kami menjadi target atas hasil keputusan perusahaan" kata juru bicara Twitter seperti yang dilansir oleh CNN.


Images : Getty


Setelah kerusuhan dan penyerangan yang tejadi di gedung Capitol, para eksekutif Twitter mengatakan bahwa cuitan Trump sehari setelah kerusuhan memiliki potensi besar akan adanya lebih banyak kekerasan dan terorisme di dunia yang akhirnya mengarah para pemblokiran permanen akun tersebut. Lebih dari 400 karyawan Twitter telah menandatangani petisi yang menyerukan pemblokiran permanen Donald Trump dan memutuskan untuk langsung memblokir media sosial milik sang presiden pada 8 Januari 2021.

0 comments
  • Instagram