Diduga Dibully Senior, Dokter Muda Albertus Berfan Bunuh Diri Minum Vixal

VONMAGZ, Jakarta- Kembali terjadi kasus bunuh diri oleh dokter muda asal Universitas Airlangga Surabaya bernama Albertus Berfan Christian akibat minum vixal yaitu cairan pembersih lantai. Dugaan sementara disebutkan bahwa Albertus mendaparkan kasus pembullian oleh senior yang kerap terjadi di kalangan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Fakultas Kedokteran Unair. Namun hingga saat ini, pihak Unair maupun rumah sakit belum memberikan konfirmasi dan pernyataan resmi terkait kasus dugaan bunuh diri tersebut.

Dok : Twitter /Republik Konten


Keluarga Albertus sendiri saat ini menemukan Albertus roboh setelah meminum cairan pembersih lantai dan langsung membawanya ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Pihak keluarga meyakini alasan Albertus nekat bunuh diri karena tak kuat dibully oleh seniornya di fakultas kedokteran Unair yang dimana Albertus masih memulai 3 hari state yaitu praktik magang dokter mda bedah plastik RSUD dr.Soetomo.


Teman teman korban juga meminta kepada menteri kesehatan untuk memeriksa kegiatan praktik bedah plastik di RS tersebut karena diduga ada beberapa dokter senior yang sering melakukan bullying kepada juniornya. "Harus diaudit karena bedah plastik Surabaya senang bullying residen yang junior, mungkin penyebab bunuh itu karena bullying. Kalau PPDS itu aset negara, Pak Menkes mudah mudahan merespons kasus beginian. Suasana bedah plastik di Surabaya tidak sehat sekali. Anak saya, perempuan, 2,5 tahun menjalani PDDS memutuskan mengundurkan diri. Semoga mereka diaudit dan ada perubahan dalam sistem pendidikan terhadap nasib PPDS" ucap kerabat korban kepada Liputan Indonesia.


Terlepas dari itu semua, pihak RS. dr.Soetomo tidak terbuka mengenai informasi meninggalnya Albertus Berfan Christian P. kepada publik. Dr.Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS (K) mengatakan ada kode etik kedokteran yang tidak boleh dilanggar. "Iya benr dirawat di RS. dr.Soetomo, ada kode etik kedokteran yang tidak boleh dilanggar, yang boleh menyampaikan hanya keluarga atau seizin keluarga. Coba simak Mas, saat Ibu SBY sakit di Singapura, pernahkah RS nya press conference? Selalu wakil keluarga" ungkap Joni kepada Liputan Indonesia.


Kini awak media belum mendapatkan informasi yang pasti dari pihak RS. dr.Soetomo dan Universitas Airlangga Surabaya. Bahkan saat ditanyai beberapa pertanyaan, mereka kerap menghindar untuk memberikan jawaban.


0 comments