China Penjarakan Miliader Bos Media Jimmy Lai Setelah Ikut Kritik Sistem Keuangan Pemerintah

VONMAGZ, Jakarta- Miliader Hong Kong dan bos besar media oposisi 'Apple Daily Hong Kong', Jimmy Lai divonis hukuman 12 bulan penjara karena ikut dalam demonstrasi di pusat keuangan yang diperintah China. Hal ini sama seperti insiden dimana Jack Ma yang dengan berani menyuarakan dan mengkritik sistem pemerintah China pada awal 2021 yang lalu. Lai juga tertuduh berkolusi dengan pihak asing untuk ikut campur dalam urusan kota dibawah UU keamanan nasional yang diberlakukan Beijing di kota tersebut pada tahun 2020.


Global Times yang merupakan media pemerintah China menyebut bahwa Lai adalah 'pendukung kerusuhan' dan menuduh media miliknya telah memicu kebencian, menyebarkan rumor dan hoax, sera mencoreng nama otoritas Hong Kong dan China selama bertahun tahun. Saat itu juga hampir 200 pihak berwenang menyerbu ruang redaksi Apple Daily dan dengan segera menangkap dan memborgol Jimmy Lai.


Dibawah aturan baru, penduduk Hong Kong kini dapat diminta pertanggung jawaban atas ucapan dan tindakan yang dianggap separatis, teroris, subversif, atau dianggap berkolusi dengan kelompok atau individu politik asing yang bermusuhan. Chris Patten selaku Gubernur terakhir Hong Kong mengatakan bahwa serangan komprehensif Partai Komunis China kepada kebebasan Hong Kong dan aturannya hukumnya tidak berhenti. "Minggu ini, kami telah menyaksikan beberapa pejuang kebebasan dan demokrasi kota yang damai dan moderat ditempatkan di tempat tempat untuk pembalasan dendam oleh beijing" ujarnya dalam sebuah pernyataan.

0 comments