Ada Pengajuan Interpelasi, Anies Baswedan Bersikeras Lanjutkan Formula E Demi Naikkan Perekonomian

VONMAGZ, Jakarta- Hak interpelasi Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta atas program balap Formula E berpotensi akan berlanjut setelah anies bersikeras akan tetap menjalankan proyek tersebut. Sebelumnya dilaporkan ada anggota Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta yang menyerahkan surat interpelasi Anies Baswedan terkait Formula E ke pimpinan DPRD dan meminta untuk membatalkan ajang balap itu. Ketua DPP PSI Tsamara Amany menyarankan agar Anies untuk fokus pada penangan Covid-19 terlebih dulu. Ia juga mengatakan tak etis menggalar perhelatan akbar di tengah penderitaan rakyat dan mengkhawatirkan anggaran DKI yang makin menipis dan mencapat defisit. "Anggaran DKI defisit. Warga Jakarta susah karena pandemi, tapi hamburkan uang rakyat dengan lanjutkan Formula E" kata Tsmara. Namun Anies mengaku sama sekali tidak terganggu oleh pengajuan tersebut.

Antara Foto


Rencana Anies bahkan semakin kuat setelah ia mengajak makan malam 7 fraksi DPRD Jakarta di rumah Dinas Gubernur DKI yang telah mengajukan surat usulan Hak Interpelasi. Tujuh fraksi yaitu Nasdem, Gerindra, PKS, PAN, Golkar, dan Demokrat sepakat menolak hak interpelasi yang diajukan. "Insya Allah tetap dilakukan di bulan Juni, rencananya tahun depan. Mudah mudahan tidak ada kendala. Terselenggaranya lomba Formula E. Target waktu, Juni 2022" kata Anies dari lampiran Ingub.

Antara Foto


Wakil ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik mengungkapkan tujuh fraksi sepakat untuk tidak ikut interpelasi ditambah Anies menjelaskan mengapa Formula E harus tetap diselenggarakan pada tahun 2022 mendatang. "Jadi secara umum tujuh fraksi sepakat untuk tidak ikut interpelasi"kata Taufik melalui telepon kepada KONTAN.


Taufik menambahkan bahwa Anies menjelaskan Jakarta masih dalam kondisi ekonomi yang terpuruk sehingga perlu ada pemantik untuk menumbuhkan ekonomi. Itulah mengapa Formula E dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan para investor bahwa Jakarta dalam keadaan membaik dan akan normal kembali.

0 comments